TRADISI SUROAN SEBAGAI TAPAK TILAS WALISONGO (STUDI DI DESA JATIREJO KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG)

  • Damar Safera Institut Agama Islam Negeri Salatiga
  • Muhammad Chairul Huda Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Keywords: Culture, Tradition, Walisongo

Abstract

Tradition is a pattern of behavior that has deep roots in a society or can be interpreted as a habit that has long been carried out by a certain community in an area, which means carrying out the tradition means also carrying out the process of socialization between generations. Eachs region has a different culture. One of the traditions that is still carried out by the people in Jatirejo Village is the Suroan tradition or commonly called 1 Muharram. The Suroan tradition is a traditional Javanese ceremony in welcoming the Javanese new year which is a cultural assimilation of Javanese culture and Islamic culture carried out by Sultan Agung. People in the village of  Jatirejo themselves celebrate it with various forms of activities carried out each year.Suroan tradition which aims to express gratitude to Allah SWT, asking for fortune to be given blessings and gratitude for the harvest and most importantly, so that villagers avoid all kinds of dangers and diseases that afflict or reject. The implementation of the Suroan tradition in the village of  Jatirejo, begins with a deliberation between residents and local village officials, then the main event of the Suroan and closing traditions.As for the problem formulation in this study is "how are the economic and religious motives implications in the implementation of the Suroan tradition in the community of  Jatirejo Village, Suruh District, Kab. Semarang ".

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muhammad Chairul Huda, Institut Agama Islam Negeri Salatiga

dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum UNDIP Semarang

References

Syahri. 1985. Implementasi Agama Islam pada MasyarakatJawa. Jakarta: Depag. Halaman 2.
Al-Amri, L., & Haramain, M. (2017). Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 10(2), 87-100.
Astuti, s. P., & Pujiningsih, s. (2017). Eksplorasi anomali karakteristik motif batik batang dalam perspektif kaidah estetika seni rupa islam. Jurnal dimensi seni rupa dan desain, 13(2), 183-208.
Baharun, H., Ulum, M. B., & Azhari, A. N. (2018). Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Ngejot: Konsep Edukasi dalam Membangun Keharmonisan dan Kerukunan Antarumat Beragama Berbasis Kearifan Lokal. FENOMENA, 10(1), 1-26.
Data Kependudukan dari Pemerintahan Desa Kuman Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kab. Semarang, 2019.
Endraswara, Suwardi, Falsafah Hidup Jawa, Yogyakarta: Cakrawala, 2010
Ensiklopedi Islam, PT. Intermasa, Jakarta, 1990
Fatah, Munawir Abdul, Tradisi Orang-Orang NU (Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2007) hlm. 291
Halimuddin, Kembali Kepada Aqidah Islam, cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1990.
Hanik, U. (1994). Unsur Keislaman Pada Tradisi Suroan Di Petilasan Sri Aji Jayabaya Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Daerah Tingkat Ii Kediri (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).
Junaid, H. (2013). Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal. Jurnal Diskursus Islam, 1(1), 56-73.
Kahmad, Dadang, Metode Penelitian Agama ”Perspektif Ilmu Perbandingan Agama”, Bandung: Pustaka Setia, 2000
Kholid, A. I. (2016). Wali Songo: eksistensi dan perannya dalam islamisasi dan implikasinya terhadap munculnya tradisi-tradisi di tanah jawa. Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 1(1).
Luthfi, K. M. (2016). Islam Nusantara: Relasi Islam dan Budaya Lokal. SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary, 1(1), 1-12.
Madjid, Nurcholis, Islam Agama Peradaban: Membangun Makna Dan Relevansi Doktrin Islam Dalam Sejarah, Cet II, Jakarta: Paramadina, 2000
Maryaeni, 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta : Budi Aksara.
Nashir ibn Abdul Karim Al-‘Aql, Prinsip-Prinsip Aqidah, Jakarta: Gema Insani Press, 1997
Purwadi, 2005. Upacara Tradisional Jawa Menggali Untaian Kearifan Lokal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sholikhin, M. (2010). Misteri bulan Suro: perspektif Islam Jawa. Penerbit Narasi.
Sri Muryati, S. (2013). Pelestarian Budaya Nasional Melalui Kegiatan Tradisional. PAWIYATAN, 20(3).
Sutiyono, 2013. Poros Kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman 1.

Interview:
Wawancara dengan Fahrurrazi Alwi (42 Tahun), sebagai tokoh agama Desa Jatirejo, pada tanggal 24 Oktober 2019, Jam 21.10 WIB
Wawancara dengan Jaelani(53 Tahun), sebagai Masyarakat Desa Jatirejo, pada tanggal 10 Oktober 2019,Pada Jam 15.24 WIB
Wawancara dengan Anwar Hidayat( 45 Tahun), sebagai Kepala Dusun, pada tanggal 09 November 2019, Pada Jam 10.59 WIB,
Published
2020-03-25
How to Cite
Safera, D., & Huda, M. (2020). TRADISI SUROAN SEBAGAI TAPAK TILAS WALISONGO (STUDI DI DESA JATIREJO KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG). Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(1), 66-79. https://doi.org/10.31538/almada.v3i1.500