PEMAKAIAN OBAT SIKLUS HAID BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA TELAAH KAIDAH AL-MASYAQQATU TAJLIBU AL-TAYSIR

  • Aspandi Aspandi Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto
Keywords: Obat Siklus Haid, Masyaqqah, Taysir, Haji Indonesia, Fikih Islam

Abstract

Dalam literatur fikih Islam, terdapat perbedaan pendapat tentang pemakaian obat siklus haid bagi wanita, untuk mempercepat dan memperlambat masa haid. Haid merupakan siklus alami keluarnya darah bagi wanita yang berimplikasi terhadap beberapa larangan dalam pelaksanaan ibadah. Pelaksanaan ibadah haji dianggap sah jika terpenuhi syarat dan rukunnya. Diantara syarat dari rukun haji yaitu suci dari hadast kecil dan besar. Banyak jamaah haji indonesia yang harus memakai obat siklus haid karena dikhawatirkan akan kehilangan salah satu syarat dan rukun haji, seperti thowaf ifadhoh.

Tujuan teoritis penelitian ini yaitu sebagai wacana dan pengetahuan tentang pemakaian obat haid untuk kepentingan umat Islam. Tujuan praktis dari penelitian ini yaitu memberikan pengetahuan bagi calon jamaah haji indonesia, kontribusi dan referensi tentang tinjauan fikih Islam terhadap pemakaian obat siklus haid, bagaimana implikasi pemakaian obat siklus haid terhadap pelaksanaan ibadah haji indonesia.

Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, memberikan penjelasan tentang pemakaian obat untuk mempercepat, memperlambat haid dan implikasinya bagi pelaksanaan ibadah haji indonesia. Penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan data studi pustaka (library research), dengan analisa data kualitatif, mengorganisasikan pendapat para fuqaha salafi dan kontemporer terkait masalah, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, dengan pendekatan normatifitas nash dan kontekstualitas nash, serta menarik kesimpulan berdasarkan kaidah ushuliyah dan qawaid fiqhiyah.

Dalam perspektif hukum Islam, terdapat perbedaan pendapat tentang kebolehan memakai obat siklus haid, pendapat pertama memperbolehkan dan pendapat yang kedua tidak memperbolehkan. Pemakaian obat haid dalam pelaksanaan ibadah haji termasuk dalam kategori yang diperbolehkan karena didalamnya terkandung unsur darurat dan memberikan rukhshoh (kemudahan) bagi para jamaah haji, jika tidak memakai obat siklus haid, banyak jamaah haji yang akan kehilangan salah satu rukun haji seperti towaf ifadhoh, karena datanganya haid tidak bisa dipastikan dan diketahui.

Published
2016-03-23