RETHINKING KONSEP NUSYUZ RELASI MENCIPTAKAN HARMONISASI DALAM KELUARGA

  • Moh Subhan STAI Miftahul Ulum Pamekasan
Keywords: Nusyuz, relation, rethinking, harmonization.

Abstract

Dalam realitas hidup berumah tangga yang terjalin dalam relasi suami istri, biasanya membawa konsekuensi baik dan buruk. Implikasi yang baik berupa terciptanya suasana menyenangkan dan menentramkan bagi keduanya. Sedangkan implikasi yang buruk menyebabkan ketidakharmonisan dalam perkawinan. Konflik perkawinan kerap menyebabkan pertengkaran, perdebatan sengit, bahkan tak jarang terjadi kekerasan pisik dan psikhis, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya keharmonisan hubungan suami isteri dan memunculkan nusyuz (kedurhakaan). Faktor terjadinya nusyuz disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari rasa ketidakpuasan salah satu pihak atas perlakuan pasangannya, hak-haknya yang tidak terpenuhi, atau adanya tuntutan yang berlebihan dari satu pihak terhadap pihak yang lain.

Selama ini nusyuz selalu disematkan pada istri sebagai pembangkangan atau ketidaktaatan istri terhadap suami, sehingga seakan-akan nusyuz tidak pernah terjadi pada suami. Keadaan yang seperti ini seringkali menjadikan suami melakukan tindakan kekerasan tehadap istri, maka disinilah penting kiranya untuk melakukan pemahaman ulang –rethinking–, terhadap konsep nusyuz dalam perspektif al Quran. 

Hukum Islam sebagai syari’at yang lengkap telah menetapkan sejumlah aturan sebagai rule of  the game guna mengatasi permasalahan ini yang pada prinsipnya merupakan usaha perbaikan dalam menangani konflik agar suami isteri dapat rukun kembali, namun apabila hal itu tidak dimungkinkan, maka dapat diakhiri dengan jalan perceraian baik berupa talak atau khulu’.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Slamet dan Aminuddin. Fiqh Munakahat, jilid 1&2, Bandung, Pustaka Setia, 1999.
ad-Dimasyqi, Imam Taqiyuddin Abu Bakr ibn Muhammad al-Husain, Kifayat al-Akhyar, Juz, II, Beirut, Dar al Kitab al Ilmiyah, 1995.
Ahmad al-Qurtubi, Abu Abdillah bin, Al-Jami’i Ahkam al-Qur’an, Juz, III, Bairut, Dar al-Fikr, t.th.
Al-Saldani, Saleh bin Ghanim al-Nusyuz. Alih bahasa A. Syauqi Qadri, Jakarta: Gema Insani Press, 2004.
Alu Syaikh, Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2 terj. Abdul Ghoffar E.M. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.
Asqolany, Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Fathul Bary Syarh Shahih Bukhari,Juz 9, Riyadh, Maktabah Darus Salam, 1997.
As-Sabuni, Muhammad 'Ali, Rawaiu al-Bayan Tafsir Ayat Al-Ahkam min Al-Qur`an, Beirut - Mu'assisah Manahilul Irfan, 1980.
At Thabary, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir, Tafsir Ath Thabary, Juz 9, Jakarta, Pustaka Azam, 2009.
----------- , Tafsir Ath-Thabari, Juz 8, Jakarta, Pustaka Azzam, 2008.
Aziz, Zaini al-Din bin Abdul Fath al-Mu’in, Semarang: Pustaka Alawiyah, t.th.
Baqi, Muhammad Fuad Abdul, Al-Mu’jamul Mufahras li alfadz al-Quran al-Karim, Bandung: CV. Diponegoro, t.th.
Bukhary, Abi Abdillah bin Isma’il shahih Bukhory, Juz 8, Beirut, Dar Ibn Hazm, 2003.
Jalaluddin al-Mahalliy dan Jalaluddin as-Suyuthi. Tafsir Jalalain, Juz. I, Dar al-Ihya’ al-Kutub Al-Arabiyyah Indonesia, tth.
Manẓur, Ibn. Lisan al-Arab, Kairo: Dar al-Ma‟arif, t.th.
Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto, Sosiologi: TeksPengantar dan Terapan, Jakarta: Kencana, 2007.
Nawawi, Muhammad bin Umar ‘Uqud al-Lujain, Semarang: Pustaka Alawaiyah, t. th.
Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah, Jilid II, Madinah: Al-Fatkh Li i’lamil Araby, 1990.
Sanjaya, Umar Haris dan Aunur Rahim Faqih, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: GAMA MEDIA, 2017.
Subhan, Zaitunah. Tafsir Kebencian: Studi Bias Gender dalam Tafsir Al-Qur‘ān, Cet. 1, Yogyakarta: LKiS, 1999.
Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Kencana. 2006.
Published
2019-12-10